decre's blog
5 Tips Menggunakan Bra Pompa ASI untuk Ibu Menyusui
May 13, 2019 Comments..0

Kegiatan pumping jadi salah satu rutinitas wajib buat para ibu menyusui, termasuk bagi mereka yang berprofesi sebagai karyawan kantoran pasti harus meluangkan waktunya sejenak untuk pumping. Namun, tahukah kamu kalau setiap ibu menyusui disarankan untuk memompa ASI secara bersamaan dari kedua payudara?

Menurut para ahli, memompa ASI secara bersamaan dari kedua payudara dinilai lebih maksimal karena bisa meningkatkan produksi ASI hingga 18 persen. Tak hanya itu, kalori yang terkumpul dalam ASI pun juga jadi lebih tinggi. Sayangnya, kegiatan ini cukup sulit dilakukan karena keterbatasan gerak tangan.

Nah, supaya kegiatan pumping tetap berjalan lancar dan ibu bisa menghasilkan ASI yang lebih maksimal, Ibu menyusui disarankan menggunakan hands free pumping bra atau yang lebih dikenal dengan sebutan bra pompa ASI. Cara menggunakannya pun dinilai lebih mudah. Sambil booking tiket ke Jogja untuk Mudik juga bisa. Walau mudah, penggunaan alat pompa ini tak boleh sembarangan. Ada tips khusus yang harus diketahui ibu menyusui sebelum menggunakan bra pompa ASI. Apa saja?

1. Pastikan ukuran corong pompa ASI

Sebelum pumping, pastikan ukuran corong pompa ASI memiliki ukuran 4 milimeter lebih besar daripada ukuran puting. Jika ukurannya terlalu kecil, bagian pinggir puting bisa tergesek dinding corong sehingga menyebabkan iritasi. Sebaliknya, bila ukurannya terlalu besar dikhawatirkan sel-sel kulit mati di area puting akan ikut masuk ke dalam botol ASI. Selain itu, pastikan kalau pemasangan corong pompa sesuai dengan posisi puting, ya.

2. Pilih bra berbahan katun

Berbagai merek dan bentuk hands free pumping bra tersedia di pasaran, mulai dari yang harganya murah hingga yang harganya mahal pun ada. Meski banyaknya pilihan, usahakan untuk mencari bra pompa ASI yang berbahan katun supaya nyaman saat digunakan. Perhatikan pula ukuran tali bra saat membeli bra pompa ASI. Ukuran tali yang terlalu kecil akan menimbulkan gesekan pada kulit sehingga membuat kegiatan pumping jadi tidak nyaman.

3. Lakukan pemijatan di area payudara

Meskipun hands free pumping dianggap bisa memaksimalkan produksi ASI, kamu tetap harus memijat area payudara sebelum memompa. Pemijatan juga bisa dilakukan di sela-sela proses pumping agar saluran ASI menjadi lebih lancar. Perlu kamu ketahui kalau pemijatan yang dilakukan secara rutin bisa meningkatkan produksi ASI hingga 48 persen. Oleh sebab itu, rajinlah memijat payudara agar ASI yang dihasilkan lebih banyak. Asupan ASI si kecil pun bisa selalu terjaga.

4. Perhatikan posisi puting saat memompa

Bu, harus diingat kalau posisi puting harus diperhatikan ketika pumping. Posisi puting yang salah akan membuat payudara terasa sakit. Lebih parahnya lagi, aliran ASI jadi terhambat. Pastikan posisi corong diletakkan pas, sesuai pada lubang bra pompa ASI. Hal lain yang tak boleh kamu abaikan adalah lubang bra itu sendiri. Jika lubang pada bra sudah longgar, corong pompa bisa menekan puting sehingga menimbulkan gesekan yang menyebabkan iritasi.

5. Fokuslah pada kegiatan pumping

Salah satu keuntungan bra pompa ASI adalah dapat membuat ibu lebih leluasa untuk beraktivitas. Namun, kamu juga harus membatasi aktivitasmu saat pumping. Terlalu banyak melakukan pekerjaan saat sedang memompa bisa membuat posisi puting bergeser dari corong pompa ASI. Gesekan pada puting pun mungkin akan terjadi. Jika sudah begini, tak menutup kemungkinan kalau puting akan lecet. Tentunya kamu tak ingin hal ini terjadi, kan? Maka dari itu, jangan terlalu banyak membuat gerakan dan fokuslah pada kegiatan pumping.

Nah, itulah tips menggunakan hands free pumping yang benar dan tepat. Pastikan kalau kamu tidak membuat kesalahan saat menggunakannya sebab hal tersebut bisa memengaruhi produksi ASI. Selamat mencoba, bu!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Proudly powered by WordPress | Theme: Postmag by www.postmagthemes.com.