decre's blog
Indonesia Harus Belajar Cegah Kanker Paru Dengan Kanker Dari Singapura,
March 9, 2019 Comments..0

Pada 1 Januari 2019, pemerintah Singapura menetapkan Zona Larangan Merokok sepanjang tiga kilometer di jalan Orchard sebagai salah satu cara untuk melawan polusi udara dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Walau memang masih ada 40 zona tertentu yang memungkinkan untuk tetap bisa merokok, peraturan ini terhitung cukup ketat.

“Di Singapore, masalah peraturan dan undang-undang soal rokok kini semakin ketat, hanya di beberapa area saja kita diperbolehkan untuk merokok. Kalau kamu ketahuan ngerokok di jalan, polisi bisa langsung menangkapmu dan memberimu hukuman penjara,” kata Dr Noel Yeo, CEO Mount Elizabeth Hospital Singapore saat ditemui detikHealth di kawasan Kuningan.

Diharapkan juga, dengan pembatasan hak merokok ini dapat menurunkan prevalensi kanker paru di Singapura. GLOBOCAN 2018 mencatat kanker paru sebagai kanker ketiga tertinggi di Singapura dengan 3.232 kasus (12,4 persen) di bawah kanker kolorektal dan prostat sepanjang tahun 2018.

Dr Noel menyebut soal peraturan baru ini kemungkinan besar dampaknya baru akan terasa beberapa tahun ke depan. Apalagi kanker sendiri butuh waktu bertahun-tahun untuk tumbuh, namun tidak ada salahnya untuk mencegahnya meningkat dengan berbagai macam usaha.

“Sudah tentu prevalensi kanker paru di Singapura akan turun drastis karena perubahan aturan ini dalam beberapa tahun ke depan. Kami tahu butuh waktu lama, namun caranya ya dengan melarang orang merokok, makin sedikit orang yang akan merokok. Risiko terkena kanker bisa semakin meningkat jika kamu merokok,” lanjutnya.

Baginya masih ada faktor risiko lain yang menjadikan kanker masalah besar di seluruh dunia. Yakni soal asupan makanan, semakin banyak makanan masa kini yang kita asup berupa makanan olahan, berpengawet dan mengandung banyak kimia yang berpotensi menjadi karsinogen atau senyawa pemicu kanker.

Mount Elizabeth Hospital sendiri juga melayani nyaris ribuan pasien asal Indonesia tiap bulannya, sepertiga di antaranya datang dengan keluhan terkait kanker. Oleh karena itu Dr Noel berharap semoga ada perbaikan soal regulasi merokok di Indonesia guna mencegah meningkatnya kasus kanker, terutama kanker paru.

“Saya pikir di Indonesia, merokok cukup umum ya. Saya melihat cukup banyak, dan saya rasa peraturannya perlu diperbaiki. Karena merokok sangat berkontribusi pada kanker paru. Karena kanker sekarang jadi masalah besar di dunia, sebab kita hidup makin lama. Semakin lama kamu hidup, semakin besar risikomu untuk terkena kanker,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Proudly powered by WordPress | Theme: Postmag by www.postmagthemes.com.